Pendampingan dan Penguatan Kapasitas Operator MI Kecamatan Wringinanom dalam Pengerjaan EMIS 4.0 sebagai Migrasi Platform Digital Simpatika
Pada Jumat, 24 Januari 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pendampingan dan Penguatan Kapasitas Operator Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kecamatan Wringinanom dalam pengerjaan EMIS 4.0, bertempat di MI Sunan Giri Wringinanom. Kegiatan ini dipandu oleh Abdul Munif, selaku pengawas madrasah pendamping, dan didampingi oleh Zainnudin, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kecamatan Wringinanom.Kegiatan ini bertujuan
untuk memberikan arahan teknis sekaligus memperkuat kapasitas para operator MI
dalam menghadapi tantangan baru terkait migrasi sistem dari platform Simpatika
menuju EMIS 4.0. Sebagai platform terbaru yang dirancang oleh Kementerian
Agama, EMIS 4.0 menawarkan sistem pengelolaan data pendidikan yang lebih
modern, terintegrasi, dan berbasis digital, sehingga menuntut kompetensi teknis
yang lebih tinggi dari para operator.
Rangkaian Kegiatan
1. Pembukaan dan Sambutan:
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Zainuddin (Ketua KKMI), yang menyampaikan pentingnya peran operator dalam menjaga akurasi dan keberlanjutan data pendidikan madrasah. Beliau juga menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan pendidikan. Sambutan juga disampaikan oleh Zainnudin, yang mengapresiasi semangat para operator MI dalam menghadapi perubahan sistem dan mengingatkan pentingnya sinergi dalam proses migrasi ini.
Pemaparan Sistem EMIS 4.0 Pendampingan Teknis: Abdul Munif (Pengawas)
Materi tentang fitur-fitur terbaru EMIS 4.0 dijelaskan secara rinci, meliputi:
2. Cara login ke platform EMIS 4.0.
Pengelolaan data siswa, guru, dan sarana prasarana.
Validasi dan sinkronisasi data secara real-time.
Input data absensi (melalui 2 opsi: template excel dan manul), data absensi menjadi bagian penting setiap akhir bulan sebagai dasar pembayaran TPG bagi guru sertifikasi.
Pendampingan Teknis:
Sesi ini menjadi inti kegiatan, di mana para operator mendapatkan pendampingan langsung untuk memahami proses migrasi data dari Simpatika ke EMIS 4.0. Berbagai kendala teknis yang dihadapi operator dibahas secara detail, dan solusi yang aplikatif diberikan oleh tim pendamping.
3. Diskusi dan Tanya Jawab:
Para operator diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan seputar masalah teknis yang mereka hadapi. Dialog interaktif ini menciptakan suasana kolaboratif dan memperkaya pemahaman peserta.
Penutupan:
Kegiatan ditutup dengan motivasi dari Abdul Munif yang mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan ketelitian dalam pengelolaan data. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi atas partisipasi aktif semua operator yang hadir.
Hasil dan Manfaat Kegiatan
Pendampingan ini diharapkan mampu:
Meningkatkan pemahaman teknis operator MI Kecamatan Wringinanom terkait EMIS 4.0.
Memastikan kelancaran proses migrasi data dari Simpatika ke EMIS 4.0 tanpa kendala yang berarti.
Membekali operator dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan sistem terbaru.
Mendorong kolaborasi dan sinergi antara operator MI, pengawas madrasah, dan KKMI untuk memastikan pengelolaan data yang akurat dan berkualitas.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Kecamatan Wringinanom diharapkan mampu menjadi contoh keberhasilan dalam implementasi EMIS 4.0 di lingkungan madrasah. Komitmen para operator dalam mengikuti pendampingan ini menjadi langkah penting menuju pengelolaan data pendidikan yang lebih baik dan mendukung peningkatan mutu madrasah di era digital.
0 komentar:
Posting Komentar